SoftAnimal Kembali Ke Era Grunge Dengan Album ‘Nanook’

SoftAnimal adalah project yang sangat personal yang pernah dibuat dimana Bayu Adisapoetra membuat semua kebutuhan yang terdapat di dalam SoftAnimal. Selain membuat dan menyusun lirik demi lirik, ide serta konsep dari SoftAnimal turut dipersembahkan oleh Bayu Adisapoetra pribadi. Bekal pengalaman musik sejak belia dan juga berjalan bersama Elephant Kind membuat dampak positif bagi drummer ini untuk lebih terbuka dalam bermusik. Tidak hanya memainkan instrumen namun juga bagaimana membentuk musik dari ide mentah semata, mengembangkannya hingga menjadi sebuah karya yang ingin dicapai dari pesan yang ingin disampaikan.

 

Dalam eksekusinya sang drummer tidak sendiri, ia dibantu oleh musisi Lafa Pratomo atau yang dikenal sebagai Lafa Green sebagai produser EP Nanook ini. Memiliki pengaruh dan latar belakang berbeda bukan menjadi kendala bagi keduanya untuk bekerja sama, justru menjadi tantangan bagaimana caranya untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang diinginkan namun tetap memiliki karakter yang bisa menjadi cerminan Bayu Adisapoetra bersama SoftAnimal.

 

Bagi saya pribadi, SoftAnimal seperti mesin waktu yang membawa kembali ke zaman grunge di tengah masa jayanya. Masa dimana memberontak itu adalah sebuah mandatori alamiah dan ditunjukkan lewat pukulan drum yang teramat kencang, cabikan bass yang menjebol amplifier serta gain penuh di pedal metalzone gitar, dan tentu saja vokal yang slengean dan penuh raungan yang entah apa makna dan substansinya. SoftAnimal tidak serta merta berkepribadian demikian, yang ini jauh lebih beradab, bijak namun tetap ugal-ugalan. Semangat itu yang saya coba jaga agar Bayu tidak keluar dalam lajurnya,” ujar Lafa Pratomo sang produser.

Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, judul EP Nanook diambil dari mitologi Nanook dari suku Inuit di daerah Kanada bagian utara dan Alaska. Nanook dipercaya sebagai penguasa beruang kutub yang kerap kali diburu oleh suku Inuit, dagingnya diambil untuk dimakan dan kulitnya digunakan untuk bertahan dari dingin, dan restu Nanook dibutuhkan untuk pemburu bisa berhasil mendapatkan buruannya tersebut. Nanook dan cerita di belakangnya memiliki semangat yang sama dengan SoftAnimal dimana Bayu Adisapoetra mengerti musik memiliki ekosistemnya sendiri dengan mereka yang sudah ada dan yang ingin masuk ke dalamnya. Nanook menjadi persembahan perdana dari SoftAnimal yang diharapkan bisa berjalan dan menjadi pemicu untuk karya-karya lainnya.

EP Nanook sudah bisa dinikmati di beragam gerai layanan musik streaming sejak 13 April 2018 ini dan bersamaan dengan itu SoftAnimal resmi berjalan menjadi salah satu kendaraan musik dari Bayu Adisapoetra yang akan didukung oleh beberapa musisi lainnya dalam format live sebagai pilihan baru bagi penikmat musik rock dimanapun mereka berada.

Nanook EP Tracklist :

1.    Black & White

2.    1, 2, 3

3.    Rolling Door

4.    Move (feat. Natasha Udu & Bam Mastro)

5.    New Blood

News
Ping Pong Club Merilis Single Skylight Unit indie pop / electro pop asal kota Bandung, Ping Pong Club resmi merilis single kedua mereka ‘Skylight’. Kolektif yang terdiri dari Hariz Lasa (vo...
Sebilah Jiwa: Sebuah Single Hasil Kolaborasi Cigarettes Wedding dengan Dua Musisi Asal Bandung Single yang diberi judul “Sebilah Jiwa” ini mencoba memasukan unsur akustik gitar di tengah tengah lagu serta beat beat tegas yang membuat lagu ini be...
.Feast Rilis Single Baru Berjudul “Peradaban” Hampir setahun selang rilisnya album perdana yang berjudul ‘MULTIVERSES’, unit rock muda asal Jakarta, .Feast, kembali dengan single baru yang berjudu...
Rock N Roll Mafia Merilis Album Pendek Terbaru Berjudul Unison Band elektronik veteran asal Bandung, Rock N Roll Mafia, baru saja merilis album pendek terbaru yang diberi judul Unison. Album ini merupakan karya la...
Dengar Single Solo Terbaru Dari Olive Latuputty Olive Latuputty atau Olive merupakan penyanyi Jazz Indonesia yang mempunyai ciri khas tersendiri. Selain bergabung dengan band Parkdrive, Olive juga t...