Recap Archives | mod-o
mod-o adalah media digital yang berisi streaming musik Indonesia pilihan, informasi dan berita musik Indonesia, review konser musik, dan playlist musik Indonesia terbaik.
Musik Indonesia, Indonesian Music, Curated Music, Berita Musik, Dengar Lagu Indonesia, Streaming musik indonesia, Musik Pilihan, Musik Indonesia Terbaik, Musik Indie, Indie Lokal, informasi musik indonesia, Berita Musik,
1010
archive,category,category-recap,category-1010,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-4.1,vertical_menu_enabled,side_area_uncovered,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Recap

Java Jazz Festival 2017

Java Jazz Festival 2017

Ada yang berbeda dari BNI Java Jazz Festival 2017. Pihak penyelenggara meniadakan tiket “special show” yang biasanya ditujukan untuk penampilan spesial artis besar sehingga kali ini, para pengunjung festival bisa leluasa menonton musisi yang mereka suka.

READ MORE

Recap

Focal Point 2017

FOCAL POINT 2017

Acara musik yang mengusung tema piknik kembali digelar oleh Sekolah Bisnis Managemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) untuk ketiga kalinya.

Kali ini, 10 musisi lokal multi-genre dan lintas generasi hadir meramaikan Focal Point 2017 yang digelar pada Sabtu, 18 Februari 2017 di lokasi yang sama seperti tahun sebelumnya, Bumi Sangkuriang.

KLAV, band pemenang audisi Focal Point 2017 menjadi pembuka acara kali ini. Cuaca Bandung yang cerah membuat pengunjung yang hadir memilih untuk menggelar alas pikniknya di tempat yang lebih teduh. Pengunjung mulai mendekati panggung ketika Oscar Lolang tampil sebagai line-up kedua. Membawakan beberapa lagu termasuk single andalannya, “Eastern Man”, soloist folk yang akan merilis album perdananya di bulan Mei nanti menghadirkan suasana easy breezy yang terasa sangat pas melengkapi suasana piknik di sore hari.  Setelah Oscar Lolang, berikutnya adalah giliran band folk asal Bandung, TIGAPAGI. Pengunjung terasa makin ramai dan mulai memadati area depan panggung sambil menggelar alas pikniknya di atas hamparan rumput. TIGAPAGI membawakan lagu-lagu yang ada di album mereka, “Roekmana’s Repertoire”.

Line-up
berikutnya menjadi salah satu penampilan yang dapat dibilang lintas generasi bagi kebanyakan pengunjung yang hadir, tapi juga dinanti bagi sebagian pengunjung lainnya. Penampilan The Sastro, band asal Jakarta yang sudah lama tak terdengar aksi panggungnya, seakan menjadi obat pelepas rindu bagi penggemarnya yang sudah lama tak melihat kehadiran mereka di kota Bandung. “Kaktus”, “Rasuna'”,dan “Lari 100″ menjadi lagu yang mengundang antusiasme penonton untuk maju mendekati panggung dan bernyanyi bersama.

Dengan jeda waktu yang cukup lama setelah penampilan The Sastro, kini saatnya band veteran asal Bandung, Pure Saturday, untuk tampil di panggung dan menghibur pengunjung yang hadir di Focal Point 2017. Pure Saturday membawakan lagu-lagu hits mereka seperti “Labirin”, “Buka”“Musim Berakhir”, “Coklat”, “Desire”, dan ditutup dengan “Kosong” sebagai lagu pamungkas yang sukses mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.

Selepas break, acara kembali dimulai sekitar jam setengah tujuh malam dengan penampilan dari Polka Wars. Cukup disayangkan karena penampilan mereka yang terasa sangat singkat dibandingkan dengan persiapan teknisnya yang cukup memakan waktu lama. 2 lagu yang dibawakan oleh Polka Wars merupakan single baru yang terdapat di album mendatang mereka yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun ini. “Mokelé” menjadi lagu penutup dari penampilan Polka Wars di Focal Point 2017.

Setelah Polka Wars, salah satu band yang paling ditunggu penampilannya di Focal Point 2017, Elephant Kind, akhirnya muncul. Elephant Kind memanaskan suasana Focal Point 2017 dengan membawakan beberapa lagu, antara lain “Montage”, “Beat The Ordinary”, “Scenario 1”, “Oh Well!”, “Downhill”, dan “With Grace”. Jika dilihat dari reaksi penonton serta aksi panggung yang solid dan atraktif, tidak heran jika saat ini Elephant Kind menjadi salah satu band yang sedang “hits” di scene musik lokal anak muda.

Penampilan berikutnya juga merupakan salah satu performer yang paling ditunggu dan sepertinya paling banyak penggemarnya di Focal Point 2017, terutama dari para kaum Adam. Dengan berbalut baju serba hitam dan diiringi dengan band yang semua personilnya juga menggunakan baju hitam, Danilla Riyadi tampil di atas panggung dan menyapa para penggemarnya. Udara malam kota Bandung yang cukup dingin menemani alunan musik pop jazz dari Danilla yang mendayu-dayu, membuat penonton semakin terbawa suasana dan bernyanyi bersama lagu “Terpaut oleh Waktu”, “Telisik”, dan “Berdistraksi”. Di Focal Point 2017, Danilla juga membawakan beberapa lagu yang akan masuk di dalam album barunya.

Berikutnya tampil duo folk dari Yogyakarta, Stars and Rabbit yang menghangatkan suasana malam dengan penampilan yang super enerjik dari sang vokalis, Elda. Kemampuan Elda untuk berinteraksi dengan penonton melalui gayanya yang unik membuat suasana jadi terasa makin hangat dan akrab. Stars and Rabbit juga membawakan “Kindred Soul”, salah satu lagu yang akan terdapat di album mendatang mereka. Lagu “Man Upon The Hill” terasa “menyihir” para penonton dan lagu “Worth It” sukses mengajak penonton untuk bernyanyi hampir setengah bagian dari lagu tersebut.

Dan akhirnya saatnya penampilan dari The Trees and The Wild. Band asal Jakarta tersebut membawakan lagu dari album “Zaman, Zaman” dan tampil dengan berbagai eksperimen suara yang dikemas dalam konsep panggung dan tata cahaya yang bernuansa gelap dan misterius dan menjadi penutup dari gelaran Focal Point 2017.

Recap: Morissey Live in Jakarta

Tahun 2016 merupakan tahun penuh konser seru di Indonesia. Salah satunya #MorrisseyJkt pada 12 Oktober lalu yang menjadi salah konser paling dinanti-nanti.  Musisi asal Lancashire, Inggris ini sukses membawa sederet kejutan dalam konsernya. Mantan vokalis band The Smiths ini membawakan total 19 hits nya yang telah dirilis sejak beberapa dekade lalu.

Kalau kebanyakan konser musisi internasional diawali opening act dari seorang musisi atau grup, lain cerita dengan #MorrisseyJkt. Sebelum sang living legend beraksi, backdrop di tengah panggung beralih menjadi pemampang untuk Video Montage yang menjadi start konser ini. Video tersebut menampilkan sederet rekaman dari musisi internasional yang berjaya di era 70-an hingga 80-an dengan lagu-lagu andalan, salah satunya band punk rock pertama, Ramones.

Sorak sorai penonton semakin keras saat Morrissey memasuki area panggung sambil menyanyikan lagu Suedehead. Opening yang tepat membuat semua orang nyanyi bareng. Disusul lagu-lagu populer lainnya, seperti Almamaters, Everyday Is Like Sunday, Kiss Me A Lot, dan Ouijaborad, Morrissey berhasil membuat crowd semakin merapat di atas rerumputan basah yang nggak jadi masalah. Setelah lagu Let Me Kiss You yang mendayu-dayu, Morrissey kembali memberi kejutan dengan melemparkan baju biru yang dipakainya.

Teriakan penonton kembali meninggi saat terdengar intro How Soon Is Now dimainkan. Sampai masuk di lagu You Have Killed Me yang disambung dengan You Have Killed Me dan Meat Is Murder, cahaya panggung pun meredup. Lalu, terpampang tulisan besar ‘Jadi Apa Alasanmu? Daging Adalah Pembunuhan.’ Sebuah kalimat dengan font berwarna merah yang membuat para penonton cukup tercengang. Ya, ini bentuk ungkapan Morrissey sebagai seorang vegetarian. Tulisan menghilang, namun Morrissey tidak kunjung kembali ke panggung. Teriakan ‘we want more!’ yang meninggipun tak terjawab. Ternyata, ini adalah penutupan #MorrisseyJkt malam itu. Meski terasa kepalang tanggung, tapi banyak penonton yang mengaku kalau rasa kangen untuk menonton pentolan musik Britpop itu terbayar lunas.

Morrissey Jakarta 2016 Setlist

1. Suedehead

2. Almamaters

3. Everyday Is Like Sunday

4. Kiss Me A Lot

5. Speedway

6. Ouijaboard

7. Let Me Kiss You

8. World Peace Is None Of Your Business

9. I’m Throwing Away My Arm Around Paris

10. You’re The One For Me Fatty

11. Judy Is A Punk

12. Jack The Ripper

13. Ganglord

14. First Of The Gang

15. Bullfighter Dies

16. World Crashing Bores

17. How Soon Is Now

18. You Have Killed Me

19. Meat Is Murder

Recap: M83

M83 mengunjungi Jakarta dalam rangka tur album terbaru mereka yang berjudul Junk. Ini merupakan pertama kalinya grup musik elektronik yang digawangi oleh Anthony Gonzales berkunjung ke Indonesia.

Acara sedikit terhambat karena kendala cuaca yang tidak bisa diprediksi. Hujan mengguyur kota Jakarta semenjak siang hari sampai malam. Acara yang direncanakan mulai dari jam 6, mundur satu jam. Walaupun hujan membuat venue acara lapangan D menjadi becek, tapi terlihat beberapa music enthusiast ada yang siap dengan sendal jepitnya.

Konser dibuka dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan penampilan dari Bottle Smoker. Duo musisi elektronik asal Bandung ini tampil nyentrik dengan pakaian astronaut dan penampilan ala Indian. Set panggung yang disiapkan terlihat tidak maksimal karena ditutupi oleh terpal untuk menghindari equipment terkena air hujan, namun Bottle Smoker tetap menunjukkan penampilan maksimal mereka sampai lagu puncak ‘Equilibrum’.

Setelah satu jam menunggu sound check, akhirnya terbayar sudah penantian music enthusiast yang tampak sudah memadati area depan panggung. M83 membuka penampilan mereka dengan lagu ‘Reunion’ yang diambil dari album nominasi Grammy ‘Hurry Up, We’re Dreaming’. Tata cahaya panggung yang sangat bagus berhasil mengemas penampilan Anthony Gonzales dan teman-teman secara apik. ‘Do It, Try It’ menjadi set kedua yang diambil dari album terbaru mereka ‘Junk’.

M83 Jakarta Setlist:

1.Reunion
2.Do It, Try It
3.Steve Mc Queen
4.We Own The Sky
5.Intro
6.Walkway Blues
7.Ok Pal
8.Bibi The Dog
9.Road Blaster

10.Wait
11.Oblivion
12.Go
13.Midnight City
14.Echoes
15.Outro

Encore
1.Solitude
2.Couleurs
3.Lower

Recap: Kiosplay’s Tame Impala

Tame Impala tampil untuk kedua kalinya di Jakarta pada Jumat, 29 April 2016. Band asal Perth, Australia ini berhasil memuaskan ribuan music enthusiasts dengan musik psychedelic-rock yang mereka bawakan.

Guyuran hujan di sore hari tidak menyurutkan semangat music enthusiasts untuk menyaksikan konser Tame Impala yang akan digelar pada malam harinya. Konser yang digelar di kawasan Parkir Selatan Senayan ini dipadati lebih dari 5000 music enthusiasts. Secara keseluruhan, Kevin Parker dan kawan-kawan berhasil mengobati kerinduan penonton setelah terakhir mereka mengadakan konser di Jakarta pada tahun 2011.

Sesaat setelah penonton masuk kedalam area konser, Barasuara membuka konser dengan meriah. Penonton yang mulai memadati venue acara dibuat “panas” dengan penampilan mereka. Namun, kemeriahan yang sesungguhnya terjadi ketika Kevin Parker menyapa ribuan music enthusiasts, atmosphere di venue semakin ramai. Dibuka dengan lagu Let It Happen, Tame Impala menghipnotis penonton yang memadati area Parkir Selatan Senayan.

Selain suguhan musik yang berkualitas, event ini juga terasa lengkap dengan adanya visual khas psychedelic yang menemani penonton sepanjang konser. Two thumbs up!

Recap: 6th Music Gallery

The 6th Music Gallery kali ini diadakan di Kuningan City. Konsep panggung yang ditawarkan oleh Music Gallery tahun ini cukup menarik melihat tempat parkir mall disulap menjadi panggung musik. Selain tempat parkir panggung kedua terdapat di lantai paling atas yang suasananya berbeda dengan panggung di tempat parkir. Di ballroom ini sound system dan pencahayaan lebih proper untuk acara musik besar.

Music Gallery menghadirkan performance yang sudah kita kenal lama di belantika musik tanah air dan beberapa performer baru namun sudah mulai dikenal oleh music enthusiast. Antara lain adalah Tiga Pagi, Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind, Mondo Gascaro x Danilla, Silampukau, Sentimental Moods, Dried Cassava, The Adams, Maliq & d’Essentials, Mocca, dan Float. Sedangkan untuk penampilan dari luar negeri Music Gallery menghadirkan Last Dinosaur & Panama yang sudah pernah berkunjung sebelumnya ke Jakarta.

Tahun ke tahun Music Gallery bisa dibilang sukses menghadirkan festival musik yang berkualitas dan menampilkan musisi pilihan yang terbaik untuk para music enthusiast, Big up untuk Music Gallery semoga masih bisa berkelanjutan ditahun yang akan datang.

cover-mugal
6th Music Gallery
⁺☰

Recap: A Play Loud Session With Stars

Setelah 15 tahun berkelana di dunia musik, band indie pop asal Kanada, STARS akhirnya berjumpa dengan penggemarnya dalam konser perdananya di Indonesia. Konser ini dikemas dalam acara A Play Loud Session by Prasvana dan berlangsung pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2016 di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD.

Pemilihan venue untuk acara A Play Loud Session by Prasvana kali ini sangat mudah dijangkau karena berada di tengah keramaian kota Jakarta. Suasana kantoran yang kaku langsung berubah begitu menjumpai teman-teman music enthusiast yang sudah berada di venue sebelum jam 8. Selain dari Jakarta, ada beberapa music enthusiast yang datang dari luar kota seperti Bandung.

Seperti yang kita ketahui, Jakarta adalah salah satu gudangnya musisi berbakat. Hal ini dibuktikan oleh penampilan dari Scaller, band pembuka di acara A Playloud Session By Prasvana. Band yang diramaikan oleh Stella Gareth (Synth, Vocal), Reney Karamoy (Guitar, Vocal) dan Dhani Siahaan (Drums) sukses memanaskan suasana acara pada malam kemarin.

Setelah penampilan yang menghentak dari Scaller, tiba saatnya yang ditunggu-tunggu. Stars memulai penampilannya dengan membawakan lagu upbeat dari album ‘The North’ yaitu ‘Hold On When You Get Love And Let Go When You Give It’. Music enthusiast langsung bersorak girang saat Amy Millan tampil saat bagian chorus. Stars langsung menghajar dengan lagu ‘Are You Ok’ lalu cool down pada lagu ‘One More Night’. Sayang sekali malam itu vokal Torque Campbell sedang mengalami gangguan tenggorokan, beberapa kali ia memperlihatkan kekecawaannya karena tidak bisa menampilkan penampilan terbaiknya.

Namun music enthusiast tetap menikmati penampilan malam itu karena Torque Campbell tidak menjadikan kondisinya menjadi alasan untuk tidak menghadirkan penampilan yang terbaik sampai encore.Thanks Prasvana for another amazing music experience!

Pemenang #kuismodo yang mendapatkan tiket gratis untuk A Play Loud Session by Prasvana

Recap: A Playloud Session With Neon Indian

Berawal dari sebuah proyek multimedia, musisi yang mendapatkan penghargaan “Best Music 2009” oleh Pitchfork Media, Alan Palomo atau dikenal dengan Neon Indian akhirnya berkunjung ke Jakarta, Indonesia pada acara A Playloud Session By Prasvana bersamaan dengan rangkaian promo tur album terbarunya Vega Intl. Night School.

Walaupun hujan sempat turun di venue acara sebelum acara dimulai, namun pengunjung tetap berdatangan. Ada sekitar 200 orang yang datang memadati venue Rolling Stone Cafe malam itu. Hujan berhenti tepat di saat Future Collective membuka acara A Playloud Session by Prasvana.

Future Collective, duo indietronica asal Jakarta berhasil membawa suasana “warm up” setelah venue diguyur hujan. Dibantu dengan additional player seperti B. Tobing dari Marsh Kids, Wing Narada dari Maverick, dan Le Beast pada drum, Future Collective menjawab rasa penasaran Music Enthusiast yang baru pertama kali melihat dan mendengar penampilan mereka secara live.

Setelah performance yang apik dari Future Collective, tiba saatnya penampilan dari Neon Indian. Tanpa basa-basi, Alan Palomo langsung membuka penampilannya dengan lagu dari album terbaru Vega INTL. Night School yang berjudul ‘Dear Skorpio Magazine’. Para penonton yang tadinya di belakang langsung menuju ke bibir panggung. Beberapa track dari album baru mendominasi penampilan Neon Indian malam itu seperti ‘Annie’, ‘Slumlord’, ‘The Glitzy Hive’  berhasil menghibur dan membuat penonton sing-a-long.

 

Thanks to Prasvana for making this happened.

Pemenang #kuismodo yang mendapatkan tiket gratis untuk A Play Loud Session by Prasvana

Recap: 90’s Festival

Festival nostalgia terbesar di Indonesia, The 90’s Festival, telah berlangsung pada tanggal 7  November 2015 di Istora Senayan, Jakarta. Dengan tema “BIG REUNION”, festival ini menghadirkan artis-artis yang pernah berjaya di tahun 90an dan penampilannya dirindukan oleh para generasi 90’an.

Walaupun hujan sempat turun di venue acara, tetap tidak menurunkan antusiasme pengunjung acara ini. Beberapa musisi yang tampil di acara tersebut antara lain Sweet Martabak, Iwa K., Bunglon, Java Jive, Coboy, Bening, ME, Jingga, Base Jam Reunion, Rida Sita Dewi, P-Project, dan KLA Project hadir untuk kembali memuaskan para penggemarnya.

Frente menjadi salah satu musisi yang paling ditunggu penampilannya di festival ini. Dengan aksi panggung akustik minimalis, band yang saat ini hanya beranggotakan Angie Hart dan Simon Austin membawakan lagu-lagu yang kebanyakan berasal dari album Marvin the Album.

 

Secara keseluruhan, festival ini berhasil menarik banyak penonton yang memang sudah sangat rindu akan suasana acara musik tahun 90’an. Acara The 90’s Festival menunjukkan jika musik era 90’an masih tetap melekat di hati para generasi 90’an.